IESF

10 Potensi Gim-gim Esports Terbaru di Tahun 2019

Rendy Lim
14/05/2019 11:56 WIB
10 Potensi Gim-gim Esports Terbaru di Tahun 2019
Esports 2019

Kepopuleran esports yang semakin besar setiap tahunnya menuntut para developer dan publisher tidak hanya harus menciptakan inovasi baru pada gim-gim yang ada saat ini, namun juga membuat gim yang bisa berpotensi menjadi tren esports terbaru. 

Jika pada tahun 2017, Bluehole Company berhasil menciptakan PUBG dengan genre battle royale yang saat ini menjadi salah satu gim yang paling populer di esports selain genre MOBA dan FPS. Titel-titel gim baru pun bermunculan di tahun 2019 untuk mencoba masuk ke industri esports. Esportstalk menulis beberapa gim baru yang akan rilis tahun ini dan memiliki potensi untuk menjadi gim esports. 

1. Dead or Alive 6

Dead or Alive memang bukan termasuk franchise gim fighting yang memiliki kepopuleran seperti Tekken dan Street Fighter. Namun DoA memiliki fanbase loyalnya tersendiri dan kompetisi regular yang cukup kompetitif. Bahkan Dead or Alive juga dipertandingkan sebagai salah satu gim di EVO Japan. 

Kehadiran Dead or Alive 6 menjadikan generasi DoA dalam dunia esports tetap eksis dan diperbaharui sesuai dengan perkembangan industri ini. Sepertinya gameplay dan fitur 3D dalam Dead or Alive menjadi ciri khas yang membedakannya dengan gim fighting lainnya, setuju? 

2. Pokemon Sword and Shield

Pokemon Sword and Shield merupakan generasi kedelapan dari franchise Pokemon video game. Kompetisi tahunan yakni Pokemon World Championship secara garis besar dibagi menjadi dua yakni Video Game Championship (VGC) dan Pokemon TCG Championship. Hadiah yang diperebutkan juga tidak sedikit yakni mencapai 50.000 USD, untuk master division di mana juara pertamanya bisa membawa pulang 10.000 USD. 

Kompetisi Pokemon VGC juga mengandung beragam unsur esports mulai dari kemampuan untuk player menyusun komposisi Pokemon dalam timnya, beragam status untuk masing-masing Pokemonnya, hingga membaca susunan dan strategi musuh agar bisa mengelurakan serangan yang tepat. 

3. Doom Eternal

Franchise DOOM mungkin kurang dikenal oleh penikmat esports zaman now, namun DOOM Eternal akan mengandung unsur kompetitif yang dapat dipertandingkan sebagai esports. Director DOOM Eternal, Marty Stratton menyatakan bahwa mereka menyusun sesuatu yang baru untuk komponen PvP dalam multiplayer untuk membuatnya nyaman dimainkan dan memperpanjang legacy-nya sebagai salah satu gim FPS yang sudah ada sejak tahun 1993.

4. Madden NFL 20

Gim olahraga memiliki bagiannya sendiri dalam scene kompetisi esports. Layaknya FIFA dan PES yang sudah memiliki fanbase dan kompetisi stabil, kesempatan untuk gim-gim olahraga lainnya untuk masuk ke dunia esports sangat terbuka lebar. Madden sendiri sudah memiliki kompetisinya sejak seri pertama gim ini dirilis pada tahun 1998 silam. 

Hingga saat ini, kompetisi esports terbesar untuk Madden, yakni Madden Championship Series masih selalu berlangsung setiap tahunnya untuk mencari para pemain terbaik Madden dan memperebutkan jumlah uang yang tidak sedikit. Seri terbaru Madden NFL 20 akan dirilis pada musim panas tahun ini. 

5. StormDivers

Mungkin kamu baru mendengar gim ini, StormDivers adalah gim bergenre battle royale yang direncanakan rilis akhir tahun 2019. Housemarque, developer dari StormDivers telah mengerjakan gim ini sejak tahun 2015 dan tentunya dalam waktu pengerjaan yang lama tersebut, gim ini diharapkan mampu menampilkan sesuatu yang baru. 

Hampir sama dengan Apex Legends di mana kamu perlu memilih role sebelum memulai permainan, namun StormDivers tidak bergantung banyak dengan sistem RNG  seperti gim battle royale lainnya, kamu bisa mendapatkan senjata atau item langka dengan menyelesaikan misi-misi tertentu. 

6. Mortal Kombat 11

Seri Mortal Kombat dikenal sebagai gim fighting yang secara terang-terangan menampilkan unsur gore. Mortal Kombat 11 memiliki sistem pertarungan yang lebih fokus strategi dan timing pas ketimbang seri pendahulunya (MKX) yang hanya menunjukkan adu offense. Tak lagi bergantung pada keberuntungan akibat '50/50', player MK11 bisa lebih fokus mengembangkan combo skill mereka. 

Meskipun sudah dirilis dan mendapatkan beberapa kompetisi esportsnya di luar sana, peredaran Mortal Kombat 11 dilarang di Indonesia karena mengandung unsur komunisme dalam gim ini. 

7. SpellBreak

Satu lagi gim battle royale yang direncanakan akan rilis ditahun 2019. SpellBreak merupakan gim bertema penyihir yang dikembangkan oleh Proletariart Inc. Saat ini dikabarkan akan ada sekitar 11 kelas mage yang akan hadir dalam gim ini. Gim ini juga dikembangkan dengan Unreal Engine 4, sama seperti gim-gim battle royale populer yang kamu mainkan saat ini.

Namun untuk membangun sisi esports di gim SpellBreak, CEO Proletariat menyatakan bahwa mereka masih berusaha untuk berpikir bagaimana mendukung hal tersebut untuk terjadi, namun saat ini mereka hanya ingin membuat gim yang bisa dinikmati oleh banyak player. 

8. Gears of War 5

Gears of War telah memantapkan diri untuk terjun ke dunia esports. Gears of War 5 merupakan seri terbaru dari gim ini, sebagai penerus kepopuleran GOW4 yang sudah memiliki penggemarnya sendiri. The Coalition, developer dari GOW4 mengadopsi franchise ini dari Epic Games, dan tampaknya sukses untuk membangun gim yang memiliki sisi kompetitif menarik. 

9. Halo Infinite

Seri terbaru dari Halo yakni Halo Infinite akan diluncurkan secara penuh di E3 mendatang. Kompetisi turnamen Halo sudah ada sejak Halo CE dan Halo 2 antara tahun 2006 dan 2008. Serta pada tahun 2019 ini, scene esports Halo, Halo Championship Series (HCS) akan mempertandingkan 5 turnamen, serta HCS invitational tournament mendatang akan menggunakan Halo 3 sebagai gim utamanya. 

Sepertinya Halo Infinite akan dibangun untuk memaksimalkan potensi multiplayer dan mengembangkan scene esports bagi para fans ke depannya. 

10. Apex Legends

Sejak dirilis pada bulan Februari silam, Apex Legends berhasil menjadi gim battle royale dengan kepopuleran yang bombastis. Sempat mengalahkan popularitas Fortnite dan PUBG, sayangnya Apex Legends saat ini sedang mengalami masalah jumlah player yang menurun akibat minimnya konten baru dalam update gim tersebut. Developernya, Respawn Entertainment juga sedang sibuk untuk menyertakan update berimbang guna mengembalikan jumlah pemain ke angka yang stabil. 

Meskipun sudah memiiliki rencana untuk mengadakan kompetisi resmi esports, namun Respawn tampak belum bisa merealisasikan hal ini dengan segera. Di luar kompetisi resmi, beberapa organizer turnamen seperti ESL sudah pernah membuat kompetisi Apex Legends dan berhasil mengumpulkan cukup banyak peminat. 

Bagaimana sobat esports, adakah gim yang kamu tunggu?