Gold laner andalan Alter Ego, Arfy, sukses mencatatkan sejarah baru di MPL ID S17 setelah menjadi pemain dengan jumlah Savage terbanyak sepanjang masa. Pencapaian ini terasa semakin spesial mengingat Arfy masih tergolong pemain baru di kasta tertinggi kompetitif Mobile Legends: Bang Bang di Indonesia.
Savage, atau momen ketika seorang pemain berhasil mengeliminasi lima hero lawan secara beruntun dalam waktu singkat, merupakan salah satu pencapaian paling sulit dalam permainan, terlebih di panggung kompetitif sekelas MPL. Namun hingga pekan ketiga musim ini, Arfy sudah mengoleksi tiga Savage, menjadikannya satu-satunya pemain yang mampu mencatatkan torehan tersebut sejauh ini.

Hebatnya lagi, Savage yang diraih Arfy tidak datang dari lawan sembarangan. Ia mencetak dua Savage saat menghadapi EVOS Esports pada pekan kedua, sebelum kembali menambah satu Savage saat berhadapan dengan RRQ Hoshi di pekan ketiga. Catatan ini sekaligus melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Albert Neilsen Iskandar dengan total empat Savage sepanjang kariernya.
Menariknya, Arfy mengungkap bahwa salah satu faktor utama di balik performa gemilangnya adalah kehadiran item baru dalam game, yaitu Sky Piercer. Item ini dinilai sangat membantu dalam mengamankan last hit, sehingga peluang mendapatkan kill—and akhirnya Savage—menjadi jauh lebih besar, terutama saat menggunakan hero Marksman.
Meski telah mencetak rekor impresif, Arfy mengaku belum puas. Awalnya ia tidak memiliki target khusus, namun setelah mengoleksi tiga Savage di awal musim, kini ia justru memasang ambisi tinggi untuk mencetak total 10 Savage hingga akhir musim. Sebuah target yang terdengar nyaris mustahil, tetapi bukan tidak mungkin jika melihat performanya yang tengah berada di puncak.
Dengan performa Alter Ego yang semakin solid dan konsistensi individu Arfy yang terus meningkat, perjalanan sang gold laner di sisa musim Mobile Legends Professional League Indonesia Season 17 patut dinantikan. Mampukah ia benar-benar menembus angka dua digit untuk Savage dan mencetak rekor yang sulit ditandingi di masa depan?