Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Other

Los Angeles County Gugat Roblox, Tuduh Platform Tak Lindungi Anak dari Predator Online

Michael - Senin, 23 Februari 2026 12:17:23

Roblox kembali hadapi gugatan hukum

Pejabat di Los Angeles mengumumkan gugatan terhadap platform game populer Roblox, dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut gagal melindungi anak-anak dari paparan konten seksual, eksploitasi, dan predator online.

Dilansir dari The Guardian, gugatan yang diajukan oleh Los Angeles County Counsel’s Office, pihak pemerintah daerah menilai sistem moderasi dan verifikasi usia Roblox tidak memadai. Gugatan tersebut menuding desain platform justru membuat anak-anak rentan menjadi sasaran predator.

Tuduhan Pelanggaran Keamanan dan Iklan Menyesatkan

Dalam dokumen gugatan, Los Angeles County menyebut Roblox menampilkan diri sebagai platform yang aman bagi anak-anak, namun pada praktiknya dinilai tidak mampu mengendalikan risiko.

Gugatan ini mencakup tuduhan:

Ketua Los Angeles County Board of Supervisors, Hilda Solis, menyatakan gugatan ini bertujuan melindungi anak-anak dari predator online dan konten tidak pantas.

“Roblox memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan anak-anak, namun justru membiarkan platformnya menjadi ruang di mana grooming dan eksploitasi dapat terjadi,” ujarnya.

Roblox Bantah Tuduhan

Menanggapi gugatan tersebut, Roblox membantah seluruh klaim yang diajukan.

Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyatakan platform mereka dibangun dengan “keamanan sebagai inti utama.” Roblox juga menegaskan telah memiliki sistem pengawasan canggih untuk memantau konten berbahaya serta komunikasi mencurigakan.

Perusahaan menyebutkan bahwa pengguna tidak dapat mengirim atau menerima gambar melalui fitur chat, guna meminimalkan potensi penyalahgunaan yang umum terjadi di platform lain.

Roblox juga menyatakan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggar aturan.

Sorotan Global terhadap Keamanan Roblox

Roblox mengklaim memiliki sekitar 144 juta pengguna aktif harian di seluruh dunia, dengan lebih dari 40% di antaranya berusia di bawah 13 tahun.

Platform ini memungkinkan pengguna membuat, membagikan, dan memainkan berbagai pengalaman berbasis game, lengkap dengan fitur chat dan avatar yang dapat dikustomisasi. Meski gratis dimainkan, Roblox menawarkan mata uang virtual untuk pembelian item dalam game.

Sebelumnya, pada 2024, laporan dari Hindenburg Research menyebut platform tersebut sebagai ruang yang berisiko terhadap grooming dan konten pornografi.

Awal bulan ini, pemerintah Australia juga dilaporkan meminta pertemuan mendesak dengan pihak Roblox terkait isu keamanan anak.

Gelombang Gugatan terhadap Perusahaan Teknologi

Kasus ini menjadi bagian dari tren hukum yang lebih luas di Amerika Serikat, di mana sejumlah perusahaan teknologi dan media sosial menghadapi tuntutan hukum terkait dampak platform terhadap anak-anak dan remaja.

Di Los Angeles sendiri, persidangan terpisah tengah berlangsung terhadap beberapa raksasa media sosial, termasuk Facebook, atas dugaan algoritma adiktif yang menargetkan remaja.

Pengacara Los Angeles County, Dawyn R Harrison, menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar pelanggaran kecil, melainkan dugaan sistemik yang membuka peluang predator memanfaatkan platform.

Proses Hukum Masih Berjalan

Hingga saat ini, proses hukum masih berlangsung dan belum ada putusan pengadilan. Roblox menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan sistem perlindungan anak, meskipun mengakui bahwa “tidak ada sistem yang sempurna.”

Kasus ini berpotensi menjadi preseden penting dalam regulasi keamanan anak di platform digital global.

Baca Artikel Asli