Keberhasilan Sanz mengangkat Nana di panggung MPL Indonesia Season 17 bukan sekadar kejutan draft semata. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa hero yang selama ini sering dicap sebagai pilihan tingkat rendah bisa memiliki nilai strategis tinggi, asalkan dimainkan dengan pendekatan yang benar. Saat melawan RRQ Hoshi, Nana tampil bukan sebagai pendulang damage utama, melainkan sebagai pengontrol tempo yang membuat ruang gerak lawan terasa sangat sempit dan terbatas.
Performa tersebut membuka ruang untuk membaca ulang cara memainkan Nana di meta saat ini. Bagi para pemain yang ingin meningkatkan kualitas permainan menggunakan Nana, diperlukan pergeseran paradigma dari sekadar gaya bermain ranked biasa menuju gaya bermain kompetitif yang lebih taktis. Nana di tangan pemain yang tepat bukan lagi sekadar hero pelengkap, melainkan alat kontrol yang mampu memporak-porandakan formasi lawan melalui tekanan psikologis dan mekanik yang cerdas.
Ubah Mindset dan Penguasaan Peta
Kesalahan paling umum dari pemain adalah menggunakan Nana hanya untuk mencari jumlah kill atau melakukan snowball secara mandiri. Kekuatan utama Nana sebenarnya terletak pada kemampuannya mengganggu rotasi musuh, memecah formasi saat terjadi teamfight, serta memaksa lawan melakukan kesalahan langkah. Jika seorang pemain terlalu fokus pada statistik KDA, kemungkinan besar ia akan kehilangan dampak terbesar yang bisa diberikan oleh hero ini kepada tim.
Selain itu, pemain harus memahami bahwa midlane bukanlah tempat tinggal permanen, melainkan titik transit untuk melakukan rotasi. Setelah membersihkan gelombang minion (clear wave), seorang pemain Nana yang baik harus segera:
Meninjau kondisi di jalur samping (side lane).
Membantu jungler dalam mengamankan objektif seperti Turtle atau Lord.
Memberikan tekanan di area-area sempit untuk membatasi visi lawan.
Molina sebagai Senjata Teror Psikologis
Kemampuan kedua Nana, Molina Smooch, bukan sekadar jebakan lucu, melainkan senjata utama untuk menciptakan teror psikologis. Penggunaan Molina yang efektif melibatkan penutupan jalur masuk ke area objektif vital serta mengunci area semak (bush) yang strategis. Efeknya bukan hanya soal kerusakan yang dihasilkan, tetapi menciptakan keraguan bagi inisiator lawan untuk melakukan engage. Di level kompetitif tinggi, keraguan sesaat dari lawan adalah komoditas yang sangat mahal dan bisa membalikkan keadaan.
Dalam hal pengembangan komponen (build), fokus pada Cooldown Reduction dan efek slow jauh lebih efektif daripada sekadar mengejar full burst damage. Kekuatan Nana terletak pada tekanan konstan yang diberikan sepanjang pertempuran panjang. Selain itu, posisi berdiri (positioning) menjadi kunci utama karena semakin lama Nana bertahan hidup, semakin besar gangguan yang ia berikan. Prinsip utamanya adalah selalu berada di belakang tank dan menggunakan ultimate untuk kebutuhan zoning guna memecah fokus lawan.
Timing dan Kontrol Permainan
Nana mungkin bukan hero dengan kebutuhan mekanik tangan yang sangat tinggi, namun ia menuntut ketepatan timing yang luar biasa. Kesalahan dalam menentukan momentum dapat mengakibatkan kemampuan terbuang sia-sia atau justru membuat Nana menjadi beban bagi tim. Sebaliknya, penempatan Molina di saat yang tepat dapat menggagalkan inisiasi musuh, sementara penggunaan ultimate di titik sempit (choke point) mampu mengobrak-abrik strategi lawan secara instan.
Apa yang ditunjukkan pada MPL ID S17 mempertegas bahwa Nana memiliki potensi besar yang selama ini sering kali tidak dimaksimalkan. Dengan pendekatan yang benar, hero ini mampu mengganggu ritme permainan lawan dan membuka ruang luas bagi rekan setim untuk mengeksekusi strategi. Singkatnya, untuk menjadi jago menggunakan Nana, pemain harus berhenti memperlakukannya sebagai mage biasa dan mulai memposisikannya sebagai alat kendali permainan yang menentukan hasil akhir pertandingan.