Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Valorant

Paper Rex Kalahkan NRG 3-1, Melaju ke Grand Final Valorant Masters Santiago

Michael - Minggu, 15 Maret 2026 12:06:38

Valorant Master - source: "X" VCT Pacific

Paper Rex memastikan tempat di Grand Final setelah mengalahkan NRG dengan skor 3-1 pada laga Lower Final Valorant Masters Santiago. Kemenangan ini membuat Paper Rex mencatatkan dua penampilan beruntun di Grand Final Masters.

Pertemuan ini menjadi duel ketiga antara kedua tim selama turnamen berlangsung. Sebelumnya, Paper Rex dan NRG sudah saling berhadapan di Swiss Stage serta Upper Bracket Round 2, dengan hasil sama kuat 1-1.

Seri pertandingan berlangsung di empat map: Pearl, Split, Corrode, dan Breeze. NRG membuka seri dengan kemenangan 13-8 di Pearl, namun Paper Rex membalas dengan tiga kemenangan beruntun 13-7, 13-6, dan 13-9 untuk mengunci kemenangan sekaligus tiket ke grand final Masters Santiago.

Masters Santiago: Laga Sengit Paper Rex vs NRG

NRG Buka Keunggulan di Map Pearl

Map pertama Pearl berjalan sangat ketat sejak awal. NRG langsung tampil agresif dan unggul 4-0, dipimpin performa impresif dari pemain mereka, keiko.

Paper Rex sempat bangkit dengan menyamakan kedudukan lewat empat ronde beruntun. Namun setelah halftime, NRG berhasil memanfaatkan komposisi tim mereka dengan sangat efektif.

Duet keiko dan mada menjadi kunci kemenangan NRG di map ini dengan total 43 kill, memastikan kemenangan 13-8.

Paper Rex Bangkit di Split

Map kedua Split memperlihatkan perubahan momentum. Paper Rex mulai menemukan ritme permainan mereka dan unggul 7-5 saat halftime.

Invy membuktikan kebolehan skillnya dengan mencetak triple kill (3K) menggunakan Bandit yang membuka peluang comeback ekonomi timnya.

Momentum tersebut dimanfaatkan maksimal oleh Paper Rex yang mendominasi sisi defense dan menutup map dengan skor 13-7.

Strategi Baru PRX Bersinar di Corrode

Map ketiga Corrode menjadi panggung bagi Paper Rex untuk menunjukkan strategi baru mereka.

Setelah sebelumnya sempat menggunakan komposisi double Controller dan double Duelist dengan Phoenix. Namun di turnamen ini Paper Rex mengganti Phoenix dengan Vyse serta menggunakan pendekatan solo Waylay, strategi yang sedikit menyerupai gaya permainan NRG dengan mada.

Pada awal map, Paper Rex memanfaatkan ketiadaan Sentinel di komposisi NRG untuk bermain agresif. Meski NRG sempat memberikan perlawanan, Paper Rex tetap unggul 7-5 saat halftime.

Babak attack menjadi milik Paper Rex sepenuhnya. Mereka hampir melakukan shutout pada paruh kedua dan akhirnya memenangkan map 13-6, sekaligus membalikkan keadaan menjadi match point series.

Dominasi Paper Rex di Breeze

Map terakhir Breeze menjadi penentu kemenangan Paper Rex. Kedua tim menggunakan komposisi yang sama dengan Omen dan Viper sebagai Controller, duet Jett dan Yoru, serta Sova sebagai Initiator.

Paper Rex langsung tampil dominan. Pergerakan lurking dari d4v41 menjadi faktor penting yang membuat pertahanan NRG kesulitan membaca strategi lawan.

PRX membuka pertandingan dengan enam ronde beruntun dan memimpin 9-3 saat halftime.

NRG sempat memberikan perlawanan dengan memenangkan lima ronde berturut-turut di babak kedua. Namun Paper Rex berhasil menghentikan momentum tersebut dan menutup map dengan skor 13-9.

Paper Rex Tantang Nongshim RedForce di Grand Final Masters Santiago

Dengan kemenangan ini, Paper Rex akan menghadapi Nongshim RedForce di Grand Final. Tim asal Korea Selatan tersebut datang dengan performa luar biasa karena belum terkalahkan sepanjang musim 2026. Mereka juga akan memiliki keuntungan double-map ban dalam seri final.

Menariknya, hasil Grand Final nanti berpotensi melanjutkan dominasi region Pacific di turnamen Masters. Dominasi ini dimulai oleh Gen.G di Shanghai, dilanjutkan oleh T1 dan Paper Rex di Bangkok serta Toronto.

Kini, Santiago berpeluang melanjutkan tren tersebut dan mempertegas Pacific sebagai region terkuat di scene kompetitif Valorant saat ini.

Baca Artikel Asli