Pelatih DOTA 2 Team Spirit, Milan "MiLAN" Kozomara, akhirnya buka suara terkait konflik yang melibatkan dirinya dengan streamer Sketcher. Insiden tersebut terjadi saat pertandingan ranked dan disiarkan secara langsung melalui platform Twitch, sehingga dengan cepat menyebar luas dan menjadi perbincangan di komunitas.
Perseteruan ini memicu kritik tajam dari berbagai pihak, terutama karena pernyataan yang dilontarkan MiLAN dinilai tidak pantas dan sensitif. Situasi tersebut semakin memanas karena disaksikan secara publik oleh ribuan penonton.
Pernyataan Resmi dan Permintaan Maaf Terbuka MiLAN
<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="zxx" ><a href="https://t.co/QcAM1SVQfD">pic.twitter.com/QcAM1SVQfD</a></p>— MiLAN (@milandota2) <a href="https://twitter.com/milandota2/status/2041201872359338068?ref_src=twsrc%5Etfw">April 6, 2026</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
Melalui akun pribadinya di X, MiLAN menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa ucapannya selama pertandingan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Dalam pernyataannya, MiLAN secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada warga Ukraina yang terdampak situasi sulit, komunitas Dota 2, para penggemar, organisasi Team Spirit, serta Sketcher sebagai pihak yang terlibat langsung dalam konflik tersebut.
Ia juga mengakui bahwa tindakannya telah mengecewakan banyak pihak, termasuk orang-orang yang selama ini mempercayainya sebagai figur profesional di skena esports.
Hadapi Konsekuensi dari Organisasi
MiLAN mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima konsekuensi awal dari pihak organisasi. Meski tidak dijelaskan secara rinci bentuk sanksi yang diberikan, ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi pelajaran besar dalam kariernya.
Ia berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan serupa di masa depan dan menjadikan kejadian ini sebagai titik evaluasi, baik secara profesional maupun personal.
Reaksi Komunitas dan Dampak Insiden
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya sikap profesional di dunia esports, terutama bagi figur publik seperti pemain dan pelatih. Interaksi yang terjadi secara langsung di platform streaming membuat setiap ucapan memiliki dampak luas dan cepat menyebar.
Komunitas pun terbelah antara pihak yang mengecam keras pernyataan tersebut dan mereka yang menerima permintaan maaf MiLAN sebagai bentuk tanggung jawab. Namun demikian, insiden ini menjadi pengingat bahwa etika komunikasi tetap menjadi aspek penting, bahkan dalam situasi kompetitif sekalipun.