Perjalanan RRQ Hoshi di MPL ID S17 belum berjalan sesuai ekspektasi. Hingga memasuki Week 5, Sang Raja masih mencari kemenangan perdana mereka. Laga melawan DEWA United Esports pada Sabtu (25/4) bukan sekadar pertandingan penutup leg pertama, tetapi juga menjadi momen krusial untuk membalikkan arah musim.
Situasi RRQ memang tidak ideal setelah kekalahan dari EVOS Legends dan Bigetron Esports di Week 4. Namun, jika melihat lebih dalam, peluang untuk bangkit masih terbuka lebar. Ada sejumlah faktor kunci yang dapat menjadi titik balik performa mereka.

Berikut ini beberapa analisa yang bisa membuat RRQ Hoshi bangkit, kembali disegani lawan, dan berbicara banyak di MPL ID S17.
- Motivasi "Bounce Back" dan Mentalitas DNA Sang Raja
Kekalahan beruntun, terutama di laga krusial seperti Derbi Klasik, biasanya menjadi "tamparan keras" yang dapat membangkitkan mentalitas juara RRQ. Terlebih tim ini punya sejarah sebesar, kualitas pemain yang tinggi, jajaran staf pelatih dan manajemen yang sangat berpengalaman dalam menangani krisis mental.
Selain itu, tekanan besar dari Kingdom yang selalu hadir di arena untuk memberikan semangat dan juga kritik, bisa menjadi bahan bakar bagi RRQ Hoshi untuk bounce back dan motivasi ekstra untuk membuktikan bahwa mereka belum habis. Laga melawan DEWA United bisa momen penebusan yang tepat, meski tim lawan juga sama sekali tidak bisa diremehkan saat ini.
- Inkonsistensi Performa DEWA United

Selain dari kelebihan yang dimiliki, ada juga kelemahan dari tim lawan yang bisa dimafaatkan RRQ Hoshi. Saat ini DEWA United memang tengah menyandang status sebagai "Kuda Hitam", namun performa mereka masih fluktuatif alias naik-turun.
Buktinya terlihat cukup jelas di Week 4. Meskipun DEWA bisa menang 2-0 saat melawan Geek Fam, tetapi mereka juga merasakan kekalahan dengan skor yang sama ketika berjumpa EVOS. Di sisi lain, kekalahan DEWA dari EVOS ini juga menunjukkan bahwa mereka cukup rentan terhadap tim yang mengandalkan rotasi agresif dan objektif disiplin. Jika RRQ bisa meniru kedisiplinan map control seperti yang dilakukan EVOS, bukan tidak mungkin kemenangan pertama Sang Raja akan hadir di match ini.
- Keunggulan Mekanik Individu
Secara mekanik murni (micro-skill), roster RRQ Hoshi tidak bisa dibilang kalah dibandingkan DEWA United. Kuroky yang kini menjelma menjadi salah satu harapan RRQ di Gold Lane, akan tetap menjadi salah satu tumpuan, apalagi bisa diberikan ruang untuk farming yang nyaman dan back-up dari rekan-rekannya.
Pada pertandingan melawan Bigetron, meski kalah 1-2, tetapi RRQ sempat menunjukkan inisiasi teamfight yang brilian dan unggul terlebih dahulu dengan cara yang cukup nyaman. Jika RRQ mampu melindungi jungler dan gold laner mereka, terutama mempertahankan keunggulan di early game yang selama ini telah ditunjukkan, serta memperbaiki performa tim di mid-late game, power RRQ di teamfight late game akan sangat sulit dibendung oleh Anak Dewa.
- Evaluasi Draft Pick yang Lebih Matang
Kekalahan demi kelalahan yang telah dirasakan RRQ Hoshi sejauh ini, terutama di dua match Week 4, pasti telah memberikan bank data yang sangat besar bagi coaching staff. Jika mampu melakukan evaluasi, terutama dalam hal draft pick, seharusnya saat ini Sang Raja sudah tahu persis apa yang menjadi kelemahan tim.
Hal ini berkaitan dengan kelemahan dalam melakukan draft yang membuat mereka sering akli kuat di early, tetapi menurun di mid-late game, atau kurangnya hero inisiator yang kuat. Menghadapi DEWA United, RRQ harus bisa meghadirkan strategi draft yang lebih fleksibel untuk setiap fase permainan (early hingga late), dan mengamankan hero-hero power yang bisa langsung menguasai early game dan melakukan snowballing sejak awal.
- Manfaatkan Momentum Fenomena "Batu-Gunting-Kertas"
Seperti narasi yang saat ini sedang ramai dibicarakan, bahwa persaingan di MPL Indonesia Season 17 cukup sulit untuk ditebak. Dari fenomena yang ada, semua tim seakan bisa saling mengalahkan, hingga muncul narasi "Batu-Gunting-Kertas".