Paper Rex berhasil menjaga asanya untuk menjuarai VALORANT Masters Santiago usai menyingkirkan G2 Esports dengan skor 2-1 di semifinal lower bracket. Kemenangan ini membawa f0rsakeN Cs melangkah ke lower final untuk kembali menghadapi NRG.
Pertemuan ini menjadi salah satu rivalitas menarik di kancah internasional Valorant. Meski kedua tim sudah sering bertemu di berbagai turnamen global, Paper Rex kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih kemenangan kelima secara beruntun atas G2 Esports.

Jalannya Pertandingan Paper Rex vs G2 Esports
Haven: G2 Ambil Alih Keunggulan
Pertandingan dimulai di map Haven dengan kedua tim menggunakan komposisi agent yang hampir identik, yaitu Phoenix, Yoru, dan Chamber. Komposisi ini menarik perhatian karena G2 diketahui mengadopsinya dari strategi Paper Rex pada off-season.
Paper Rex sebenarnya membuka laga dengan kemenangan di ronde pistol. Namun mereka gagal mempertahankan momentum setelah kalah di ronde anti-eco. Situasi ini dimanfaatkan G2 untuk mengambil kendali permainan.
Pemain G2, jawgemo, tampil impresif menggunakan Phoenix dan membawa timnya unggul hingga 7-3. Meski demikian, clutch penting dari f0rsakeN di akhir babak pertama membuat Paper Rex memperkecil ketertinggalan menjadi 7-5.
Memasuki babak kedua, G2 kembali memenangkan ronde pistol dan memperlebar keunggulan. Paper Rex sempat memberikan perlawanan sengit dan nyaris menyamakan kedudukan, tetapi clutch krusial 1v2 dari valyn membuat G2 tetap memimpin.
Akhirnya G2 berhasil menutup map Haven dengan skor tipis 13-11 dan unggul 1-0 dalam seri.
Breeze: f0rsaken Pimpin Kebangkitan Paper Rex
Tak ingin tersingkir, Paper Rex unjuk gigi di game kedua. G2 memilih komposisi agresif dengan Neon dan Yoru, sementara Paper Rex mengandalkan kombinasi Jett dan Yoru.
Paper Rex langsung tampil solid dengan memenangkan ronde pistol dan bonus round. G2 sempat mengambil dua kali tactical timeout untuk mencoba mematahkan ritme permainan lawan, namun performa gemilang f0rsakeN menggunakan Yoru membuat Paper Rex terus menekan. Paper Rex menutup babak pertama dengan keunggulan 8-4.
Pada babak kedua, Jinggg menunjukkan performa luar biasa dengan menumbangkan empat pemain G2 di ronde pistol. Paper Rex kemudian mengonversi bonus round dan memimpin jauh 11-4.
G2 sempat mencoba bangkit berkat aksi individu jawgemo dengan Neon, bahkan sempat memperkecil skor mendekati 12-10. Namun koordinasi serangan Paper Rex akhirnya menutup map Breeze dengan skor 13-9 dan memaksa pertandingan berlanjut ke map penentuan.
Corrode: Dominasi Mutlak Paper Rex!
Map ketiga, Corrode, menjadi penentuan sekaligus panggung dominasi Paper Rex. G2 mengganti komposisi mereka dengan double Duelist Neon dan Yoru, sementara Paper Rex memainkan strategi berbeda dengan solo Duelist Waylay serta dukungan double Controller.
Paper Rex langsung memimpin setelah something mencetak ace di ronde pistol, memanfaatkan agresivitas G2 yang melakukan rush di area mid.
Keunggulan Paper Rex terus bertambah setelah mereka berhasil mengonversi bonus round dengan membaca strategi G2 secara sempurna. G2 tampak kesulitan menemukan ritme permainan mereka dan harus tertinggal 2-10 saat parh pertandingan.
Pada babak kedua, Paper Rex kembali memenangkan ronde pistol. Meski G2 sempat mencuri ronde anti-eco untuk memperkecil skor menjadi 11-3, dominasi Paper Rex tak terbendung.
Map Corrode akhirnya ditutup dengan skor 13-4 untuk Paper Rex.

Paper Rex Tantang NRG di Lower Final
Kemenangan 2-1 ini memastikan Paper Rex melakukan reverse sweep setelah kalah di map pertama. Dua map terakhir dimenangkan dengan performa yang sangat dominan.
Dengan hasil ini, Paper Rex melaju ke lower bracket final untuk menghadapi NRG dalam pertandingan yang diprediksi akan berlangsung sengit. Sementara itu, perjalanan G2 Esports di Masters Santiago harus berakhir di babak semifinal lower bracket.