Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Other

Xbox Pangkas Harga Game Pass, Tapi Hilangkan Call of Duty Day-One: Strategi Baru yang Picu Pro dan Kontra

Aldonov Danoza - Sabtu, 25 April 2026 09:52:15

Microsoft resmi mengumumkan perubahan besar pada layanan berlangganan andalannya, Xbox Game Pass. Dalam langkah yang cukup mengejutkan, perusahaan memutuskan untuk menurunkan harga berlangganan bulanan. Namun, kebijakan ini dibarengi dengan keputusan besar lainnya: menghapus salah satu daya tarik utama layanan tersebut, yakni kehadiran gim Call of Duty pada hari pertama rilis (day-one). Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa Microsoft tengah melakukan penyesuaian strategi untuk menjaga keseimbangan antara harga layanan dan nilai konten.

Mulai April 2026, paket Game Pass Ultimate turun dari kisaran Rp473.300 ($29,99) menjadi Rp362.800 ($22,99) per bulan. Sementara itu, PC Game Pass juga mengalami penurunan dari Rp260.000 ($16,49) menjadi Rp220.800 ($13,99) per bulan. Penyesuaian ini merupakan langkah responsif Microsoft setelah mendapatkan kritik tajam dari pengguna terkait harga layanan yang sebelumnya dinilai terlalu mahal dan mulai kehilangan daya tarik.

Call of Duty Tak Lagi Hadir di Hari Pertama

Penurunan harga ini membawa konsekuensi signifikan bagi penggemar gim tembak-menembak populer besutan Activision Blizzard. Microsoft memastikan bahwa gim Call of Duty terbaru tidak lagi tersedia di Game Pass pada hari peluncuran. Sebagai gantinya, gim tersebut baru akan masuk ke dalam katalog layanan sekitar satu tahun setelah rilis resminya. Kebijakan ini menandai perubahan arah yang drastis, mengingat Call of Duty sebelumnya diproyeksikan sebagai senjata utama untuk mendongkrak jumlah pelanggan.

Meskipun demikian, Microsoft menegaskan bahwa judul-judul Call of Duty yang sudah tersedia di Game Pass saat ini tidak akan dihapus dan tetap bisa dinimati oleh para pelanggan. Penundaan kehadiran judul baru ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi penjualan unit gim secara tradisional pada periode awal peluncuran yang sangat krusial bagi pendapatan perusahaan.

Dampak Finansial dan Strategi Jangka Panjang

Laporan industri menyebutkan bahwa strategi menyertakan gim besar secara day-one ternyata tidak memberikan peningkatan jumlah pelanggan yang signifikan bagi Game Pass. Sebaliknya, skema tersebut diduga justru mengurangi potensi pendapatan dari penjualan langsung hingga ratusan juta dolar. Dengan langkah baru ini, Microsoft mencoba mengembalikan keseimbangan antara model bisnis berlangganan dan penjualan gim premium secara konvensional.

Keputusan ini memicu reaksi beragam dari komunitas gamer. Di satu sisi, harga yang lebih terjangkau menjadi kabar baik bagi pelanggan umum. Namun di sisi lain, hilangnya akses day-one untuk franchise sebesar Call of Duty dianggap mengurangi nilai eksklusivitas yang selama ini menjadi identitas utama Xbox Game Pass. Langkah ini mencerminkan penyesuaian realistis Microsoft terhadap kondisi pasar gim global yang semakin kompetitif, di mana profitabilitas tetap menjadi prioritas utama.

Baca Artikel Asli