Drama panjang yang sempat mengguncang dunia esports internasional akhirnya menemui titik terang. Korea e-Sports Association (KeSPA) dan Esports Foundation (EF) resmi berdamai dan melanjutkan kerja sama mereka untuk ajang Esports Nations Cup 2026 (ENC 2026). Kesepakatan ini memastikan Korea Selatan tetap hadir sebagai kekuatan utama dalam turnamen antarnegara yang akan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi tersebut.
[?? ??] ???? e??? ???? ENC26 ?? ??
— ??e????? (KeSPA) (@kespa) May 9, 2026
??e?????(KeSPA)? e?????(Esports Foundation)? ???? ?? ??? ?? e???? ??? ??? ????? ?? ??? ????, 2026 e??? ???? ?(Esports Nations Cup 2026)? ?? ????? ????… pic.twitter.com/5EOrQEilCN
Sebelumnya, hubungan kedua pihak memanas akibat dugaan campur tangan penyelenggara dalam proses pemilihan pemain tim nasional. Konflik tersebut sempat membuat KeSPA memutuskan mundur pada April lalu, yang memicu kekhawatiran global mengenai legitimasi turnamen. Tanpa Korea Selatan, ajang sebesar ENC 2026 dinilai akan kehilangan gengsi mengingat status negara tersebut sebagai kiblat esports dunia.
Otoritas Penuh KeSPA dalam Seleksi Pemain
Perselisihan bermula saat EF diduga mencoba mendorong pemain tertentu masuk ke dalam skuad nasional, yang dianggap KeSPA melanggar prinsip independensi seleksi. Namun, setelah melalui negosiasi ulang, kedua pihak mencapai kesepakatan baru yang mempertegas peran masing-masing:
Otoritas Seleksi: KeSPA kembali mendapatkan kendali penuh dalam memimpin proses seleksi pemain dan staf pelatih.
Identitas Resmi: Tim nasional akan tampil dengan nama resmi “Team Korea of Esports” di ENC 2026.
Standar Regulasi: Proses pemilihan pemain tetap mengikuti standar profesional dan regulasi yang telah disepakati bersama.
Langkah ini juga sejalan dengan ketegasan Komite Olimpiade Korea Selatan yang menyatakan bahwa penggunaan nama "Team Korea" dan bendera nasional harus melalui jalur organisasi resmi untuk menjaga integritas atlet nasional di panggung internasional.
Dampak Positif bagi Ekosistem ENC 2026
Kembalinya Korea Selatan menjadi kabar gembira bagi penyelenggaraan ENC 2026 yang direncanakan menghadirkan lebih dari 100 negara. Turnamen ini mempertandingkan 16 cabang gim populer, termasuk League of Legends, VALORANT, Mobile Legends: Bang Bang, hingga Street Fighter 6. Kehadiran tim dari "Negara Ginseng" diyakini akan meningkatkan standar kompetisi secara keseluruhan.
KeSPA, yang telah berdiri sejak tahun 2000, memiliki peran vital dalam fondasi esports modern. Dengan selesainya konflik ini, komunitas global kini menantikan susunan pemain terbaik yang akan mewakili Korea Selatan. Rekonsiliasi ini tidak hanya menyelamatkan partisipasi satu negara, tetapi juga menjaga marwah ENC 2026 sebagai ajang pembuktian supremasi esports antarnegara terbesar di dunia.