Turnamen internasional VALORANT Champions Tour (VCT) Masters Santiago 2026 kini semakin mendekati fase puncaknya. Namun, dua tim unggulan dari wilayah EMEA dan China, yakni BBL Esports dan All Gamers, dipastikan harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat.
Tersingkirnya kedua tim ini di babak playoff sekaligus menutup harapan bagi region asal mereka untuk membawa pulang trofi dari Santiago, Chile, pada musim pembuka tahun ini.
Masters Santiago merupakan salah satu kompetisi global paling bergengsi dalam ekosistem VALORANT dengan total hadiah mencapai 1 juta USD atau setara Rp15,8 miliar (kurs Rp15.825 per USD).
Digelar secara offline di Espacio Riesco, turnamen ini mempertemukan 12 tim elit dunia yang telah melalui kualifikasi ketat di wilayah Americas, Pacific, China, dan EMEA untuk membuktikan siapa yang terbaik di panggung internasional.
BBL Esports: Akhir Perjalanan dari Tekanan G2 Esports
Perjalanan BBL Esports di babak playoff sebenarnya sempat memberikan harapan bagi para penggemarnya di wilayah EMEA. Tim asal Turki tersebut menunjukkan mentalitas kuat saat berhasil menyingkirkan wakil tuan rumah Americas, FURIA Esports, dengan skor 2-1 di lower bracket.
Kemenangan tersebut sempat menjaga asa mereka untuk merangkak naik menuju tangga juara melalui jalur eliminasi yang terjal.
Namun, langkah BBL akhirnya terhenti di tangan raksasa G2 Esports pada putaran kedua lower bracket. Dalam seri best-of-three tersebut, G2 tampil sangat dominan dan disiplin, hingga mampu menutup pertandingan dengan skor telak 2-0.
Hasil ini memastikan BBL Esports harus angkat koper dari Santiago dan puas menempati posisi lima hingga enam besar dunia, mengakhiri eksistensi tim EMEA di turnamen tersebut.
All Gamers Takluk oleh Kekuatan Agresif Paper Rex
Nasib serupa juga menimpa All Gamers (AG), perwakilan terakhir dari region China. Sebelumnya, AG berhasil memperpanjang napas mereka setelah menumbangkan Gentle Mates dengan skor 2-1 di laga hidup-mati.
Sayangnya, mereka kemudian harus berhadapan dengan Paper Rex (PRX), tim unggulan dari wilayah Pacific yang dikenal dengan gaya bermain eksplosif dan tidak terduga.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, All Gamers harus mengakui keunggulan koordinasi dan mekanik individu para pemain Paper Rex dengan skor akhir 2-1.
Kekalahan ini tidak hanya menyingkirkan All Gamers dari turnamen, tetapi juga menegaskan dominasi region Americas dan Pacific yang kini menyapu bersih slot tersisa di fase akhir kompetisi. Keberhasilan Paper Rex melaju sekaligus memberikan harapan besar bagi komunitas VALORANT di Asia Tenggara.
Sorotan Komunitas dan Dominasi Region Americas-Pacific
Tersingkirnya BBL Esports menarik perhatian luas dari komunitas internasional. Sebelum turnamen dimulai, tim ini dikenal sangat vokal melalui berbagai komentar tajam di panggung maupun sesi konferensi pers.
Hasil akhir yang tidak sesuai dengan ekspektasi tinggi tersebut memicu beragam reaksi, sekaligus menjadi pelajaran berharga mengenai betapa dinamis dan kejamnya level kompetisi internasional VALORANT saat ini.
Dengan gugurnya seluruh wakil EMEA dan China, perebutan gelar juara Masters Santiago 2026 kini menyisakan persaingan panas antara tim-tim dari wilayah Americas dan Pacific. Setiap laga yang tersisa akan menjadi sangat krusial untuk menentukan siapa yang akan dinobatkan sebagai tim terbaik dunia di awal musim VCT 2026.
Ketatnya persaingan ini membuktikan bahwa peta kekuatan esports global terus berkembang dengan strategi dan mekanik yang semakin sulit ditebak.