Epic Games Kembali Lakukan PHK Massal, Lebih dari 1.000 Karyawan Terdampak
Other

Epic Games Kembali Lakukan PHK Massal, Lebih dari 1.000 Karyawan Terdampak

Aldonov Danoza - Rabu, 25 Maret 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Industri gim global kembali diguncang kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Kali ini datang dari Epic Games, pengembang di balik kesuksesan fenomena global Fortnite, yang mengumumkan pemangkasan lebih dari 1.000 karyawan pada Maret 2026. Langkah ini tercatat sebagai salah satu gelombang PHK terbesar dalam sejarah perusahaan dan mencerminkan tekanan berat yang tengah dihadapi industri gim secara keseluruhan.

Keputusan pahit ini diumumkan langsung oleh CEO Epic Games, Tim Sweeney, melalui pesan internal kepada seluruh staf. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa perusahaan saat ini berada dalam kondisi finansial yang tidak seimbang, di mana pengeluaran operasional melonjak jauh lebih besar dibandingkan pemasukan yang diterima.

Penurunan Keterlibatan Fortnite dan Tantangan Pasar Mobile

Meski Fortnite tetap menyandang status sebagai salah satu gim paling populer di dunia, Epic menghadapi tantangan besar dalam menjaga konsistensi konten musiman yang mampu mempertahankan minat pemain. Sejak tahun 2025, tingkat keterlibatan (engagement) pemain dilaporkan menurun, yang berdampak langsung pada sumber pendapatan utama perusahaan.

Selain itu, upaya ambisius Epic Games untuk kembali merambah pasar mobile pasca-konflik hukum panjang dengan Apple dan Google masih berada dalam tahap awal. Hingga saat ini, penetrasi ulang di platform seluler tersebut belum memberikan dampak finansial signifikan yang mampu menopang beban biaya perusahaan yang besar.

Strategi Efisiensi dan Penghematan Anggaran

PHK kali ini mencakup sekitar 20 persen dari total tenaga kerja Epic Games. Sebagai bagian dari strategi penyelamatan finansial, perusahaan menargetkan penghematan hingga lebih dari 500 juta dolar AS (sekitar Rp7,8 triliun dengan kurs Rp15.700 per 1 USD). Langkah efisiensi ini meliputi:

  • Pengurangan biaya pemasaran global.

  • Pemangkasan kontrak dengan pihak eksternal.

  • Penutupan posisi jabatan yang belum terisi.

Tim Sweeney secara tegas membantah bahwa gelombang PHK ini berkaitan dengan otomatisasi atau perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut murni dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro, perlambatan pertumbuhan industri, serta meningkatnya persaingan dengan berbagai bentuk hiburan digital lainnya.

Tren Global dan Proyeksi Masa Depan

Langkah ini menambah daftar panjang restrukturisasi di Epic Games setelah sebelumnya pada 2023 mereka telah memangkas sekitar 830 karyawan.

Dengan gelombang terbaru ini, total tenaga kerja Epic diperkirakan kini tersisa di kisaran 4.000 orang. Fenomena ini sejalan dengan tren lesu di industri gim global, di mana puluhan ribu pekerja kehilangan pekerjaan pasca-periode pertumbuhan agresif saat pandemi.

Di sisi lain, Epic Games tetap menunjukkan optimisme terhadap keberlanjutan ekosistem mereka. Perusahaan percaya bahwa langkah efisiensi yang menyakitkan ini akan membantu mereka kembali ke jalur finansial yang lebih stabil, sekaligus memperkuat fondasi untuk membangun platform hiburan digital yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Bagikan
Ditulis Oleh

Aldonov Danoza

Berita Terkait