Home

News

Esports

Lifestyle

Other

League of Legends

Riot Games Pangkas Setengah Tim 2XKO di Tengah Tantangan Pasca-Peluncuran

Aldonov Danoza - Kamis, 12 Februari 2026 16:13:45

Riot Games, pengembang di balik kesuksesan League of Legends dan VALORANT, baru-baru ini mengumumkan langkah drastis dalam restrukturisasi dukungan untuk gim pertarungan terbaru mereka, 2XKO. Hanya berselang kurang dari sebulan setelah peluncuran penuh di berbagai platform, Riot memutuskan untuk memangkas sekitar 80 posisi dari tim pengembangan proyek tersebut. Langkah ini berdampak pada hampir separuh dari total tenaga kerja yang awalnya didedikasikan untuk membangun ekosistem gim pertarungan berbasis karakter Runeterra ini.

Gim 2XKO sendiri hadir sebagai gim pertarungan tag-team 2v2 free-to-play yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Setelah melalui fase Early Access di PC pada Oktober 2025, gim ini resmi diluncurkan secara penuh untuk PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S pada 20 Januari 2026. Namun, peluncuran yang sangat dinantikan tersebut nampaknya harus berhadapan dengan realita pasar yang menantang, memaksa perusahaan untuk melakukan penyesuaian internal demi keberlangsungan proyek di masa depan.

Alasan Strategis di Balik Restrukturisasi dan Layoff

Pengumuman pemutusan hubungan kerja ini disampaikan langsung oleh Tom Cannon selaku Executive Producer 2XKO melalui blog resmi perusahaan. Riot mengungkapkan bahwa meskipun gim ini telah berhasil menarik basis pemain inti yang sangat berdedikasi, momentum pertumbuhan pemain secara keseluruhan tidak mencapai target yang ditetapkan. Skala tim besar yang dibentuk sebelumnya dianggap tidak lagi berkelanjutan jika dibandingkan dengan tingkat keterlibatan pemain yang ada saat ini dalam jangka panjang.

Riot menegaskan bahwa keputusan pahit ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan operasional pengembangan 2XKO lebih efisien dan terarah. Bagi para staf yang terdampak, perusahaan memberikan kesempatan untuk melamar posisi lain di divisi internal Riot yang berbeda. Sementara itu, bagi mereka yang tidak mendapatkan posisi baru, Riot berkomitmen memberikan kompensasi berupa minimal enam bulan gaji pesangon beserta tunjangan pemberitahuan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap karyawannya.

Reaksi Komunitas dan Tantangan Genre Fighting Game

Berita pemangkasan tim pengembang ini memicu diskusi hangat di kalangan komunitas gim dan pengamat industri. Banyak pihak yang menilai bahwa performa pasar 2XKO mungkin tidak sekuat judul-judul Riot sebelumnya, mengingat genre fighting game secara historis memiliki pangsa pasar yang lebih ceruk dibandingkan MOBA atau tactical shooter. Ambisi besar Riot untuk membawa skala kesuksesan League of Legends ke genre ini nampaknya menemui hambatan dalam hal retensi pemain massal di luar komunitas hardcore.

Meski demikian, komunitas sedikit bernapas lega setelah Riot memberikan jaminan bahwa rencana kompetitif 2XKO untuk sepanjang tahun 2026 tetap akan berjalan. Turnamen-turnamen yang telah direncanakan dan dukungan terhadap komunitas tetap menjadi prioritas utama, walaupun kini dikelola oleh tim yang lebih ramping. Hal ini mengindikasikan bahwa Riot belum menyerah pada potensi jangka panjang 2XKO dan memilih untuk fokus pada penyempurnaan fitur inti yang paling diinginkan oleh para pemain setianya.

Masa Depan 2XKO dan Perubahan Fokus Riot Games

Langkah restrukturisasi ini merupakan bagian dari tren efisiensi yang lebih luas di Riot Games dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penutupan label Riot Forge. Perusahaan kini lebih selektif dalam mengalokasikan sumber daya, memprioritaskan proyek yang memberikan dampak terbesar dengan cara kerja yang lebih lincah. Dengan tim pengembang yang mengecil, prioritas 2XKO ke depannya akan lebih difokuskan pada pembaruan kualitas hidup (quality of life) dan penyeimbangan karakter daripada ekspansi besar-besaran yang terlalu berisiko.

Bagi para pemain yang telah terlanjur jatuh cinta pada mekanik unik 2XKO, dukungan konten dipastikan akan terus berjalan meski dengan ritme yang mungkin mengalami penyesuaian. Kejadian ini menjadi pengingat bagi industri bahwa gim dari penerbit raksasa sekalipun tidak kebal terhadap dinamika pasar yang kompetitif. Fokus utama 2XKO sekarang adalah membuktikan bahwa dengan tim yang lebih kecil dan fokus yang lebih tajam, mereka tetap bisa membangun ekosistem esports gim pertarungan yang sehat dan kompetitif di tahun-tahun mendatang.

Baca Artikel Asli