IGRS Menuai Kontroversi di Komunitas Gamers, Ini Penjelasan Kemkomdigi
Rating IGRS di Steam Tuai Kontroversi
Industry

IGRS Menuai Kontroversi di Komunitas Gamers, Ini Penjelasan Kemkomdigi

Michael - Senin, 06 April 2026
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sistem rating game di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah muncul kontroversi terkait tampilan rating Indonesia Game Rating System (IGRS) di platform Steam. Komunitas gamers menilai adanya ketidaksesuaian informasi yang beredar, sementara pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa rating tersebut bukan hasil klasifikasi resmi.

Kesalahan Rating IGRS di Platform Steam

Sejumlah game populer di Steam ditampilkan dengan label IGRS, namun hasil pemantauan Kemkomdigi menunjukkan bahwa rating tersebut masih berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare. Artinya, klasifikasi usia yang muncul belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan di Indonesia. Kondisi ini menimbulkan kebingungan, karena publik bisa saja menganggap rating tersebut sah dan berlaku secara nasional.

Dampak pada Rekomendasi Game

Kesalahan rating ini berpotensi membuat beberapa game yang sebenarnya layak dimainkan justru tidak disarankan, atau sebaliknya, game dengan konten yang lebih berat dianggap aman untuk usia lebih muda. Hal ini menimbulkan keresahan di komunitas gamers, terutama bagi orang tua yang mengandalkan rating sebagai panduan. Para pengembang game juga merasa dirugikan karena label yang tidak akurat dapat memengaruhi persepsi publik terhadap karya mereka.

Sanggahan dan Klarifikasi Kemkomdigi Mengenai Rating IGRS

Dikutip dari Antara, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa rating yang beredar bukan hasil klasifikasi resmi IGRS. Ia menekankan pentingnya akurasi informasi demi melindungi pengguna, khususnya anak-anak. Sonny juga menyebut bahwa setiap pelaku usaha digital memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi yang jelas dan tidak menyesatkan, sebagaimana diatur dalam regulasi seperti UU ITE hasil revisi 2024 dan Permen Kominfo Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Game.

Kemkomdigi berencana meminta klarifikasi dari pihak Steam serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional. Jika ditemukan pelanggaran, langkah administratif akan ditempuh sesuai ketentuan hukum.

Menuju Sistem Rating yang Lebih Akurat

Selain langkah penegakan aturan, Kemkomdigi juga berkomitmen menyempurnakan sistem IGRS dengan memperkuat mekanisme verifikasi dan pengawasan. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada informasi resmi melalui laman IGRS dan kanal Kemkomdigi. Bahkan, publik dapat melaporkan ketidaksesuaian informasi melalui helpdesk IGRS atau kanal resmi komdigi.go.id.

Kontroversi ini menunjukkan bahwa sistem rating game bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan pengguna dan kebebasan industri kreatif. Komunitas gamers berharap agar ke depan, IGRS dapat lebih transparan, konsisten, dan relevan dengan dinamika industri game global.

Bagikan
Ditulis Oleh

Michael

Berita Terkait