Natus Vincere (NAVI) berhasil keluar sebagai juara ESL Pro League Season 23 Finals usai mengalahkan Aurora dengan skor 3-1 di grand final yang digelar di Sweden.
Gelar ini menjadi trofi LAN kedua NAVI sejak kedatangan Drin 'makazze' Shaqiri pada Juni 2025, sekaligus mengakhiri puasa gelar tier-one mereka sejak kemenangan di IEM Rio 2024, sekitar 518 hari lalu.
Selepas pertandingan, Valeriy 'b1t' Vakhovskiy sempat melontarkan candaan di atas panggung:
“No Vitality, easy win.”

w0nderful Jadi Kunci Kemenangan NAVI
Meski makazze tampil konsisten sejak fase online, sorotan utama di grand final tertuju pada Ihor 'w0nderful' Zhdanov.
AWPer asal Ukraina tersebut tampil luar biasa dengan statistik:
- Rating: 1.56
- 7 clutch wins
- Top frag di keempat map
Performanya menjadi pembuktian setelah sebelumnya sempat mendapat kritik. Ia kembali menunjukkan kualitas seperti saat membawa NAVI ke semifinal StarLadder Budapest Major tahun lalu.
Mirage: Awal Dominasi NAVI (13-7)
Map pembuka Mirage langsung menunjukkan dominasi NAVI. Setelah kalah pistol round, w0nderful membalikkan keadaan dengan Deagle headshot ke Özgür 'woxic' Eker, lalu mengamankan senjata AWP dan menambah tiga kill.
Keunggulan terus bertambah berkat clutch penting dari b1t (1v2) dan w0nderful (1v3), membawa NAVI unggul 9-3 di paruh pertama sebelum menutup map dengan skor 13-7.
Anubis: Aurora Samakan Kedudukan
Map kedua Anubis menjadi milik Aurora. Mereka tampil agresif sejak awal, memanfaatkan performa solid dari Ali 'Wicadia' Haydar Yalç?n yang mencetak beberapa clutch penting.
Aurora sempat unggul 8-4 di babak pertama. Meski NAVI sempat bangkit lewat permainan map control di mid, Aurora akhirnya mengamankan map ini untuk menyamakan skor seri menjadi 1-1.
Nuke: w0nderful dan Aleksib Tak Terbendung (13-8)
Di map Nuke, pertandingan berlangsung lebih seimbang di awal. Aurora sempat memimpin 7-4, namun clutch demi clutch dari w0nderful menjaga NAVI tetap dalam permainan.
Memasuki sisi defense, duet w0nderful dan Aleksi 'Aleksib' Virolainen tampil solid dan nyaris tanpa cela.
Aurora hanya mampu mencuri satu ronde di babak kedua, sementara NAVI menutup map dengan kemenangan 13-8.
Dust2: Penutup Sempurna NAVI
Map penentuan Dust2 menjadi panggung dominasi penuh NAVI. Mereka unggul 8-4 di babak pertama berkat kontribusi clutch dari b1t dan permainan luar biasa dari makazze.
Aurora sempat mencoba bangkit, namun lagi-lagi w0nderful menjadi pembeda. Setidaknya dua aksinya menjadi kunci kemenangan, yakni saat 1v1 clucth untuk match point dan 1v2 di poin terakhir kemenangan dan mengunci laga grand final dengan skor 3-1.

NAVI Kembali ke Puncak Counter-Strike
Kemenangan ini menandai kembalinya Natus Vincere sebagai salah satu kekuatan utama di scene Counter-Strike dunia.
Performa luar biasa w0nderful di grand final, ditambah kontribusi solid dari seluruh tim, menjadi sinyal bahwa NAVI siap bersaing di level tertinggi sepanjang musim 2026.