Sebagai salah satu organisasi esports terbesar di Indonesia, Rex Regum Qeon tengah menghadapi tekanan besar yang datang dari dua arah sekaligus. Di tengah performa yang terus menurun di MPL ID S17, manajemen RRQ justru memicu kontroversi baru dengan memperkenalkan Muhammad Jannah alias Bigmo sebagai Brand Ambassador pada 7 April lalu.
Kombinasi hasil buruk di kompetisi dan keputusan non-teknis ini menjadi pemantik kekecewaan besar dari komunitas penggemar mereka, Kingdom. Berdasarkan data dari Social Blade, Sang Raja harus rela di-unfollow lebih dari 38 ribu pengikutnya di Instagram.
View this post on Instagram
Bencana Ganda: Rentetan Kekalahan dan Blunder "Wajah Baru" Brand Ambassador
Rentetan kekalahan di panggung Mobile Legends: Bang Bang membuat RRQ kehilangan momentum sebagai tim papan atas. Empat kekalahan beruntun menjadi sinyal bahwa tim belum menemukan kembali performa terbaiknya. Dalam kondisi seperti ini, publik berharap adanya fokus penuh pada pembenahan strategi dan mental pemain. Namun, keputusan menghadirkan figur baru sebagai wajah organisasi justru dinilai tidak tepat waktu oleh para penggemar.
Alih-alih meredakan situasi, kehadiran Bigmo justru memperkeruh keadaan. Sebagian besar komunitas menilai sosok tersebut tidak merepresentasikan nilai dan citra “Raja” yang selama ini melekat pada RRQ. Kekecewaan yang awalnya hanya berupa kritik di media sosial berkembang menjadi aksi nyata berupa kampanye unfollow massal.
source: Social Blade
Eksodus Massal: Angka Tidak Pernah Bohong
Lebih dari 38.000 pengikutnya dilaporkan meninggalkan akun Instagram resmi RRQ hanya dalam waktu satu minggu setelah pengumuman tersebut. Penurunan signifikan ini menunjukkan bahwa reaksi Kingdom bukan sekadar emosi sesaat, melainkan bentuk protes serius terhadap arah kebijakan organisasi.
Fenomena ini mencerminkan krisis identitas yang tengah dialami RRQ. Selama bertahun-tahun, brand RRQ dibangun melalui prestasi, karakter pemain, dan kedekatan dengan komunitas. Ketika performa tim menurun dan keputusan manajemen dianggap tidak selaras dengan ekspektasi fans, kepercayaan yang selama ini menjadi fondasi utama mulai terkikis.
Situasi ini menjadi momen krusial bagi RRQ untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Transparansi kepada publik khususnya fans mereka, keputusan strategis yang lebih matang, serta kembalinya performa kompetitif di MPL menjadi faktor penting untuk memulihkan kepercayaan Kingdom. Tanpa langkah nyata, bukan tidak mungkin eksodus ini akan terus berlanjut dan berdampak lebih besar terhadap ekosistem organisasi.