Home

News

Esports

Lifestyle

Other

Honor of Kings

Mahadewa Esports: Dari Liga Internasional, Kenapa Bisa Absen di IKL 2026?

Aldonov Danoza - Rabu, 18 Februari 2026 08:59:34

Absennya Mahadewa Esports dari panggung Indonesia Kings League (IKL) 2026 menjadi salah satu tanda tanya terbesar di ekosistem Honor of Kings (HoK) Indonesia tahun ini. Hal ini cukup mengejutkan mengingat Mahadewa bukanlah organisasi sembarangan, melainkan tim yang lahir dari ekosistem Dewa United dengan fondasi manajemen profesional serta pengalaman kompetitif lintas divisi.

Dalam dua musim awal HoK di tanah air, Mahadewa secara konsisten tampil di level tertinggi dan membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap liga, melainkan skuad yang pernah mencicipi megahnya panggung dunia.

Ketidakhadiran mereka di musim 2026 meninggalkan kekosongan pada persaingan liga tier-1 Indonesia yang biasanya mereka hiasi dengan permainan taktis. Sebagai organisasi yang sudah memiliki validasi global, absennya Mahadewa memicu berbagai spekulasi di kalangan penggemar mengenai masa depan tim dan para pemain bintangnya.

Fokus kini beralih pada bagaimana dinamika liga akan berjalan tanpa salah satu kekuatan utama yang sebelumnya sering menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar lainnya di babak playoff.

Rekam Jejak dari Kualifikasi Regional ke Panggung Global

Perjalanan Mahadewa di skena kompetitif HoK dimulai secara serius pada tahun 2024 melalui partisipasi mereka dalam Honor of Kings Championship 2024. Sebelum berhasil menembus ajang global tersebut, Mahadewa harus melalui perjuangan berat di babak kualifikasi regional Indonesia guna mengamankan tiket menuju turnamen dunia.

Di level internasional, meski belum berhasil mencapai babak semifinal, keberhasilan mereka finis di jajaran 9–12 besar dunia sudah menjadi bukti nyata bahwa mereka mampu bersaing dengan raksasa-raksasa dari Asia.

Momentum positif tersebut sempat berlanjut ke musim liga domestik ketika IKL resmi ditetapkan sebagai liga kasta tertinggi HoK di Indonesia. Mahadewa termasuk dalam jajaran tim elite yang mengisi slot utama pada musim 2025 dan berhasil menunjukkan taringnya dengan menembus fase playoff.

Prestasi internasional yang mereka bawa memberikan kepercayaan diri tinggi bagi tim dalam menghadapi rivalitas domestik, menjadikannya salah satu organisasi yang paling disegani dalam hal pengalaman bertanding di bawah tekanan tinggi.

Peran Penting Monss dan Ambisi Besar Bersama Zhe

Salah satu pilar utama yang menjadi wajah Mahadewa adalah Muhammad Fikri, atau yang akrab disapa Monss. Ia dikenal sebagai pemain yang memiliki fleksibilitas luar biasa karena mampu beradaptasi dari posisi Clash Lane menjadi Roamer sesuai dengan kebutuhan taktis tim di lapangan.

Monss menjadi elemen stabil dalam rotasi dan pertempuran tim, sering kali menjadi penyeimbang yang membuat Mahadewa tetap kompetitif saat menghadapi tim-tim mapan seperti RRQ atau ONIC dalam perburuan objektif di dalam gim.

Jika Monss adalah simbol stabilitas, maka kehadiran Khoo Ho Zhe merupakan simbol ambisi besar organisasi. Jungler asal Malaysia ini didatangkan dengan ekspektasi tinggi karena sebelumnya merupakan bagian penting dari tim Dominator Esports yang sukses menjadi runner-up di Honor of Kings Championship 2024.

Transfer Zhe ke Mahadewa pada musim IKL 2025 menjadi salah satu pergerakan paling fenomenal, di mana agresivitas dan kemampuan mekanik individunya diharapkan mampu membawa Mahadewa naik ke level final liga melalui strategi backdoor dan penguasaan objektif yang berani.

Spekulasi Penyebab Absennya Mahadewa di IKL 2026

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang merinci alasan pasti mengapa Mahadewa tidak berpartisipasi dalam IKL 2026. Namun, beberapa kemungkinan dapat dibaca dari dinamika liga, seperti perubahan struktur tim partner yang diusung oleh penyelenggara.

Jika Mahadewa tidak lagi menyandang status partner, mereka diwajibkan melalui jalur open qualifier yang sangat kompetitif, yang mungkin menjadi kendala bagi organisasi dalam memastikan slot otomatis di liga utama musim ini.

Selain faktor eksternal, restrukturisasi internal organisasi di bawah naungan Dewa United juga bisa menjadi penyebab utama, di mana manajemen mungkin sedang melakukan evaluasi bisnis atau mengalihkan fokus pada divisi esports lainnya.

Evaluasi performa kompetitif dari musim 2025 yang belum sepenuhnya mencerminkan potensi maksimal tim juga disinyalir menjadi pertimbangan untuk mengambil waktu rehat. Ketidakhadiran ini bisa jadi merupakan fase pembangunan ulang (rebuild) guna mempersiapkan skuad yang jauh lebih kuat untuk musim-musim mendatang.

Baca Artikel Asli